Sira Gadjah Mada paptih amangkubumi tan ayun amukti palapa, sira Gadjah Mada: Lamun huwus kalah nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seram, Tanjungpura, ring Haru, ring, Pahang, Dompu, Ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana ingsun amukti palapa.”


Mulo
hing keneng ditinggyalaken kang aran sejarah ring pengilingyan ison lan riko kabyeh. paran maning kang ono sangkute ambi sembyah buyute wong osing.masio tah jyamane wes berubah di terak ambi kemajuan jyaman,koyo sandal pedhot diterak banyu kang belabor....ayo kabyeh podo majau tapi ojok sampek kedhapen nyang kang aran kemajuan jyaman lan lalai nyang sejarahe dewek.masio sejarah kang seneng lan sejarah kang ngenes koyok sejarahe puputan bayu........
mulo konco-konco lare/wong osing iki jarang kang ngerti jatidhiri/sejarahe dewek....
ring oret-oretan ikay, masio tah sumbere teko ring endi-endi byain...mugo-mugo keneng di gyawe pengiling-iling lan ono manpaatek..


Rofiklaros/Ki kuda kedhapan


Arsip Blog

Makam Mbah Rembug/Rempeg jogopati di Bunder

Desa bunder berasal dari kata “munder ” . munder yaitu buah yg bentuknya seperti apel yang rasanya asam meski sudah masak .pohon ini dulu banyak tumbuh hanya di daerah ini sehingga di namakan desa bunder.yaitu yang berasal dari kata buah” munder”.

Desa Bunder tidak bisa lepas dari kisah heroik para bangsawan keturunan Blambangan dalam mengusir penjajah Belanda. Lokasinya berdekatan dengan bekas istana kerajaan Tawangalun, raja Blambangan terakhir. Dari sekian bangsawan Blambangan, salah seorang yang paling dikenal adalah Rempeg Jogopati.dan masyarakat desa bunder dan sekitarnya menyebut “Mbah Rembug”
Di Desa Bunder, nama kesatria ini dikenal dengan Mbah Rembug. Makamnya sangat dikeramatkan seperti juga makam-makam leluhur yg berserak ditlatah blambangan yg menurut penulis adalah juga makam para pejuang-pejuang bayu. Selama Lebaran makam, lokasi makam Mbah Rimbug ikut menjadi jujukan warga. Menurut babad Tawangalun (1691-1818), Rempeg Jogopati keturunan Raja Bayu, kelanjutan dari trah raja-raja Blambangan. Rempeg Jogopati lahir dari permaisuri Tawangalun. Menurut silsilahnya, Tawangalun keturunan Sunan Giri. Kakek Sunan Giri, raja Blambangan Bre Wirabumi, beragama Hindu.
Selama hidupnya, Rempeg Jogopati dikenal sebagai senopati Blambangan III. Masa kejayaannya bersamaan dengan kejayaan Pangeran Agung Wilis yang dijuluki Pangeran Blambangan III. Agung Wilis juga dipercaya memiliki ikatan darah dengan kerajaan di Mengwi, Bali. .
Semasa hidupnya, Rempeg Jogopati mengabdikan diri sebagai panglima perang melawan Belanda yang terjadi di daerah bayu.dengan dibantu beberapa senopati seperti Sayuwiwit & Ronggo sutoto. Dipercaya, lokasi terakhir sepak terjang mas rempeg/pangeran jogopati berada di sekitar Desa Bunder.seperti yang telah di tuturkan oleh pak Hasan basri (tokoh DKB) ketika penulis sowan kerumah beliau ,bahwa saat-saat terakhir rempeg jogopati berada di daerah yang bernama petang. sementara daerah “petang” yang sekarang adalah sebuah desa yang posisinya persis berada di sebelah desa bunder/antogan.
Di daerah ini juga banyak terdapat bekas pertapaan- pertapaan. dari salah satunya pertapaan Rempeg Jogopati berupa lempengan batu dan rongga-rongga disekitar antogan. Tokoh ini memang dikenal suka menggelar semadi,bahkan dipercaya oleh sebagian masyarakat masih ada sang petapa diantogan yg tentunya tidak bisa dilihat dengan kasat mata normal.mbah Rembug kah…?
Situs kuburan mbah Rembug sebelum direnovasi berbentuk aneh alias nyeleneh. Pertama ditemukan, hanya berupa gundukan tanah. Bentuknya juga nyeleneh. Umumnya, makam berbentuk lurus menghadap ke utara. Namun, makam ini serong menghadap barat . Di ujung utara terdapat bunga puring tua, dan batu nisan membujur barat ketimur tidak lazim seperti kuburan biasa yang membujur utara-selatan.
Makam yang nyeleneh/membujur barat-timur seperti ini juga dapat kita jumpai di desa tosari-gombolirang-kabat.

jalan menuju tempat situs makam Rempeg Jogopati

Area situs makam yg baru di renovasi

Makam Mbah Rembug didalam ruangan pendopo yg gelap
Menurut Sairik ,yang mengaku masih ada keturunan mbah rembug ,banyak kejadian2aneh yg di alami warga disekitar makam ini,seperti adanya masyarakat yang sering di jumpai adanya orang yang berwarna merah menyala .atau panggilan masyarakat adalah ” Wong Abang”.
juga seperti pada masa G30 s PKI , tentara tidak bisa menembus desa bunder.sesampai didesa ini mereka bingung.kenapa desa yg tadinya sudah jelas di dlm peta ,kenapa bisa berubah jadi hutan belantara . karena ternyata desa bunder tiba-tiba telah berubah menjadi hutan belantara.padahal sebenarnya jarak mereka dg masyarakat sdh dekat.
Dari fakta-fakta dan cerita masyarakat sekitar yang ada, penulis berkeyakinan letak sebenarnya situs kuburan rempeg jogopati yang sebenarnya yang berada di daerah bunder ini. lalu makam siapakah situs makam Rempeg jogopati yang terdapat di desa tosari-gombolirang-kabat ? yg juga keduanya mempunyai kemiripan fisik yaitu kuburannya sama-sama membujur dari barat ketimur.
Apakah mbah Rembug jadi dua, seperti Nagabonar??
Jangan lupakan leluhur, karena dari leluhurlah kita ada………….
bersambung……….


Ki kuda Kedhapan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar